Sabtu, 16 Januari 2016

PENGERTIAN FORGING





SOFTSKILL
METODOLOGI PENELITIAN
PENGERTIAN FORGING
 Hasil gambar untuk lambang gunadarma


Di Susun oleh :
Nama : Alvin Ahlamy Nauval
Kelas : 3IC05
NPM : 20413734





UNIVERSITAS GUNADARMA
2016






BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan saat ini seolah-olah menuntut kita untuk dapat bekerja di berbagai bidang secara professional. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa Teknik Mesin harus ikut berperan aktif dalam perkembangan teknologi terebut.
Dalam dunia permesinan dikenal berbagai macam alat yang dapat membantu pekerjaan manusia agar mempermudah dalam pelaksanaannya. Dengan adanya mesin-mesin-mesin tersebut manusia hanya sebagai kontroler atau pengendali cara kerja dari mesin itu, sedangkan mesinnya itu sendiri berfungsi sebagai motor atau penggerak. Untuk seseorang yang memang berlatar belakang teknik mesin diwajibkan mengenal berbagai jenis mesin-mesin seperti mesin bor, mesin bubut, gerinda dan lain sebagainya.
Forging atau penempaan merupakan penekanan pada logam dengan daya tekan yang tinggi sehingga dapat dikatakan penempaan merupakan proses penumbukan pada benda kerja sehingga membentuk produk,karena penempaan merupakan proses merapatkan butir atau serat pada bahan baku (material),maka proses penempaan mempunyai kekuatan untuk ratio berat sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai komponen-komponen mesin (pesawat angkat).dapat diartikan juga forging adalah suatu proses deformasi yang dilakukan dengan menekan benda kerja diantara dua cetakan (die),baik menggunakan beban tiba-tiba (impact) atau ditekan secara gradual hingga diperoleh bentuk akhir benda kerja yang diinginkan.
1.2             Rumusan Masalah
Masalah yang diangkat dalam penulisan laporan ini adalah :
1.      Apakah definisi dari forging?
2.      Apa saja macam-macam forging?
3.      Apa saja yang di perhatikan dalam keselamatan kerja ?
4.      Bagaimana cara menyalakan dapur tempa ?
5.      Ada berapa tingkatan warna dan suhu saat pembakaran ?
6.      Peralatan apa saja yang digunakan di kerja tempa ?
1.3             Tujuan Penulisan
1.3.1         Tujuan Umum
Tujuan penulisan makalah tentang forging ini diharapkan dapat menambah wawasan terhadap teknologi yang erat kaitanya dengan teknik mesin. Selain itu juga dapat menambah kemampuan dan menguasai kerja tempa dengan baik dan benar.
1.3.2        Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui definisi dari forging
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis forging
3.      Untuk mengetahui keselamatan kerja dalam proses tempa
4.      Untuk mengatahui cara menyalakan dapur tempa
5.      Untuk mengetahui warna dan tingkatan suhu
6.      Untuk mengetahui peralatan yang digunakan



















Bab 2
pembahasan
Pengertian Forging
Forging atau penempaan merupakan penekanan pada logam dengan daya tekan yang tinggi sehingga dapat dikatakan penempaan merupakan proses penumbukan pada benda kerja sehingga membentuk produk,karena penempaan merupakan proses merapatkan butir atau serat pada bahan baku (material),maka proses penempaan mempunyai kekuatan untuk ratio berat sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai komponen-komponen mesin (pesawat angkat).dapat diartikan juga forging adalah suatu proses deformasi yang dilakukan dengan menekan benda kerja diantara dua cetakan (die),baik menggunakan beban tiba-tiba (impact) atau ditekan secara gradual hingga diperoleh bentuk akhir benda kerja yang diinginkan.
Secara umum metode forging dapat dapat dikategorikan menjadi dua macam yaitu:
A.forging hammer adalah metode atau cara pembentukan produk dengan cara menumbuk secara berulang,proses yang digunakan secara open die,sehingga produk yang dihasilkan mempunyai toleransi yang kurang baik
B.forging press adalah metode forging dengan menggunakan mesin press yang mempunyai daya tekan tinggi,secara umum proses forging dengan mesin press dapat digunakan secara open die maupun close die.


  

Open die
Kekurangan
kelebihan
Ø Laju produksi rendah
ØTersedia berbagai ukuran
Ø Mempunyai toleransi yang kurang baik
ØCetakan yang relative murah

ØProses pengerjaan yang simple
Close die
Ø Cetakan mahal
ØToleransi dan kepresisian yang relative baik

ØDihasilkan sifat yang baik

ØProduktivitas yang baik

Berdasarkan proses pengerjaan dibedakan menjadi dua macam yaitu proses pengerjaan panas (hot working)dan proses pengerjaan dingin (cold working)
Hot working adalah proses pembentukan dengan cara memanaskan benda kerja sampai diatas suhu rekristalisasi,kemudian diberikan gaya luar sehingga terjadi perubahan bentuk yang diinginkan.
Rekristalisasi adalah suatu proses dimana butir logam yang terdeformasi digantikan oleh butiran baru yang tidak terdeformasi yang intinya tumbuh sampai butiran asli termasuk didalamnya .atau perubahan struktur Kristal akibat pemanasan pada suhu krisis sehingga terbentuknya struktur butiran baru melalui tumbuhnya inti dengan pemanasan .
Keuntungan pengerjaan panas.
·         Porositas dalam logam dapat dikurangi
·         Ketidakmurnian dalam bentuk inklusi terpecah-pecah dan tersebar dalam logam
·         Struktur butir lebih halus
·         Sifat-sifat fisis yang meningkat
·         Jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengubah bentuk relative kecil.
Kerugian pengerjaan panas.
·         Terjadi oksidasi  dan pembentukan kerak pada permukaan benda kerja sehingga penyelesaian permukaan kurang bagus.
·         Dimensi benda kerja yang dihasilkan kurang akurat
·         Peralatan pengerjaan panas dan biaya pemeliharaan yang mahal.
Proses pengerjaan dingin atau cold ( working ) adalah merupakan pembentukan logam secara plastis dibawah suhu rekristalisasi pada umumnya dilakukan disuhu kamar tanpa pemanasan benda kerja .suhu rekristalisasi yang dimaksud adalah suhu dimana logam akan mengalami perubahan struktur mikro.
Keuntungan pengerjaan dingin
·         Tidak dibutuhkan pemanasan
·         Ukuran atau dimensi yang didapat baik
·         Hasil permukaan lebih halus karena tidak ada proses oksidasi terhadap material
·         Kekerasan dan kekuatan logam yang dihasilkan meningkat.
·         Biaya perawatan dan pemeliharaan lebih murah
Kerugian pengerjaan dingin
·         Dibutuhkan gaya yang besar untuk membuat suatu produk yang berukuran kecil.
·         Hanya bahan yang lunak yang bisa diproses
·         Porositas dalam logam tetap
·         Keuletan menurun


Perbedaan pengerjaan dingin dan pengerjaan panas
Pengerjaan panas
Pengerjaan dingin
Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja sekitar 5000-7000C)
Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi
Diperlukan gaya yang lebih rendah
Diperlukan gaya yang lebih besar untuk membuat produk yang bersize kecil
Perubahan sifat mekanik kecil:
Keuletan meningkat
Ketahanan terhadap impact meningkat
Perubahan sifat mekanik besar:
Keuletan menurun
Kekuatan dan kekerasan meningkat

Pada proses pengecoran juga dapat dikatakan sebagai penempaan karena pembentukan logam cair tersebut dibentuk dalam cetakan dan cetakan tersebut mendapat tekanan atau tempaan dari luar.meskipun penempaan terdapat masalah dalam prosesnya akan tetapi dapat diatasi dengan berbagai cara yakni menaikan temperature tempa dan menaikan tekanan tempa.
Produk penempaan memiliki kekuatan dan ketangguhan yang lebih baik dibanding produk lain.sehingga sangat baik untuk komponen yang mempunyai tegangan tinggi













2.1 PENGERTIAN KERJA TEMPA
Kerja tempa adalah suatu proses pengerjaan logam yang paling tua. Prosesnya terdiri dari atas pemukulan atau penekanan logam menjadi bentuk yang dikehendaki. Hal ini dapat dikerjakan baik dalam keadaan panas maupun dingin, tetapi istilah “tempa” umumnya menggunakan panas. Jadi yang dimaksud menempa adalah suatu proses pengerjaan logam dalam keadaan panas dengan cara memukul dengan palu diatas landasan.
2.1.1 ALAT TEMPA DAN KEUNTUNGAN KERJA TEMPA
Penempaan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan mesin. Untuk benda-benda kerja yang ringan dapat dilakukan dengan penempaan tangan. Penempaan dengan mesin biasanya dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan berat, dapat menggunakan matres ataupun tidak menggunakan matres.
Keuntungan kerja tempa adalah :
·         Logam dalam keadaan panas bersifat lunak dan mudah dibentuk tumbukan dan tekanan tanpa merusak sifat logam itu sendiri.
·         Benda – benda yang sama yang ditempa lebih kuat daripada benda yang dikerjakan dengan
·         mesin.
·         Bentuk – bentuk benda kerja yang rumit dapat diproduksi lebih mudah dan murah daripada
·         dengan kerja mesin.
·         Pembentukan yang dilakukan dengan penempaan tidak terjadi pemotongan, maka jumlah
·         logam yang hilang atau terbuang akan lebih sedikit.
Adapun kekurangan-kekurangan dalam kerja tempa adalah:
·         Temperatur tempa yang terlalu tinggi akan menyebabkan oksidasi sehingga benda kerja akan cepat mencair.
·         Ukuran yang tepat sulit untuk dicapai.

2.2 DAPUR TEMPA
Dalam melaksanakan pekerjaan menempa diperlukan alat dan peralatan, seperti dapur tempa, alat pemotong, alat pelubang, alat peregang, alat pembentuk, alat ukur, dan alat bantu lainnya.

2.2.1 Fungsi Dapur Tempa
Fungsi utama dapur tempa ialah tempat untuk membakar benda kerja yang akan dibentuk. Selain pekerjaan membentuk, dalam menempa dapat juga dilaksanakan berbagai pekerjaan seperti menyepuh, melunakan, penyambungan dengan car alas tempa dan lain-lain.
2.2.2 Dapur Tempa Tetap
Dapur Tempa Tetap
Dapur tempa tetap umumnya dipakai di bengkel-bengkel dan diletakan secara permanen di atas suatu fondasi yang kuat. Suatu dapur tempa memerlukan udara penghembus. Udara penghembus dapat diperoleh melalui berbagai cara, baik cara tradisional, seperti dapur tempa tekan yang masih banyak digunakan di daerah pedalaman maupun menggunakan ventilator listrik atau tangan.
Bagian-bagian utama dapur tetap :
·         Cerobong asap, fungsinya untuk menarik asap dan debu dengan system tarikan alam sehingga populasi udara dapat dikurangi.
·         Sungkup asap, untuk mengarahkan asap ke dalam cerobong.
·         Tungku api, tempat memasang/membakar benda kerja.
·         Bak air, untuk mendinginkan alat maupun benda kerja.
·         Katup pengatur, untuk memasukan pemasukan udara ke dalam tungku.
·         Katup pembuang debu, untuk mengeluarkan debu sisa pembakaran dan terak-terak.

2.3 BAHAN BAKAR DAPUR TEMPA
Ada tiga macam bahan bakar yang dipergunakan pada dapur tempa, yaitu; bahan bakar padat, bahan bakar cair, dan bahan bakar gas.
2.3.1 Bahan Bakar padat
Syarat-syarat bahan bakar padat :
·         Kadar karbonnya tinggi
·         Bahan bakar padat cukup keras.
·         Butir-butiran bahan bakar tidak terlalu kecil.
·         Tidak mengandung bahan bakar TER, karena sangat mengotori langit-langit, sehingga menjadi hitam.
Yang termasuk bahan bakar padat adalah : arang kayu, arang bekas, tempurung kelapa, dan lain-lainnya yang berbentuk benda padat dan dapat dibakar.
Keuntungan bahan bakar padat adalah :
·         Mudah didapat terutama di daerah pedesaan.
·         Tidak mudah terbakar.
Kerugian Bahan bakar padat adalah :
·         Ruang kerja kotor.
·         Memerlukan tempat penyimpanan yang luas.

2.4 Peralatan Dapur Tempa
Ada banyak perlengkapan forging dan kegunaanya, antara lain :
    Palu, palu ada dua macam yaitu palu biasa yang digunakan untuk membentuk / memukul benda kerja dan palu perata yaitu alat bantu untuk lebih meratakan suatu permukaan benda kerja.
2.5 Alat Ukur Pada Dapur Tempa
Compass for Forging
Alat ukur yang biasa digunakan pada forging yaitu: compass for forging penggunaannya : setting compass for forging dengan menggunakan jangka sorong atau “ block Gauge “ sesuai dengan ukuran yang kita kehendaki. Kita dapat mengukur benda kerja forging dengan menggunakan compass yang telah disetting tersebut.

Forging Measure Gauge
Alat tersebut sudah di ukur sesuai dengan ukuran yang ada ( ukuran dapat terlihat pada alat tersebut ). Benda kerja Forging dapat di ukur dengan alat tersebut sesuai dengan ukuran yang kita khendaki. Ada bermacam-macam profil dari alat ukur ini.
2.6 PROSES DASAR MENEMPA
Yang dimaksud proses dasar menempa ialah suatu proses pengerjaan yang merupakan dasar ketrampilan menempa yang harus dikuasai oleh pekerja tempa.
Proses-proses dasar menempa terdiri atas menyalakan daput tempa, memotong, meregang, meratakan, membengkok, membuat, melubang dan mengelas tempa.
Banyak macam cara yang digunakan dalam kerja tempa, antara lain :
·         Meratakan benda kerja ( Flattening ).
·         Membuat tajam benja kerja ( sharpening ).
·         Membuat runcing benda kerja ( pointing ).
·         Membuat benda kerja dengan cara memukul bagian atasnya ( Up Setting ).
·         Memperpanjang atau menarik suatu benda kerja ( drawing ).Membengkokan benba kerja ( Bending ).

2.6.1 PELAYANAN DAPUR TEMPA
Mengoperasikan dapur tempa arang :
Cara menyalakan dapur tempa sebagai berikut :
·         Bersihkan tungku dari serutan kayu dari terak-terak sisa pembakaran.
·         Gundukan serbuk – serbuk serutan kayu atau bahan-bahan yang mudah terbakar.
·         Aturlah kedudukan arang agar ikut terbakar.
·         Bakarlah serbuk-serbuk tadi dengan korek api.
·         Hembuskan udara sedikit demi sedikit hingga bahan bakar terbakar dan menyala.
·         Tambahkan arang pada bagian tengah tungku jika api sudah menyala dengan baik.
·         Atur hembusan udara lebih besar hingga api membara.
·         Masukan benda kerja ke dalam api jika api sudah membaradengan baik.
Cara mematikan dapur tempa :
·         Matikan dahulu ventilator
·         Padamkan bara api dan siramlah dengan air.
·         Pisahkan bahan bakar yang belum terbakar dan bahan – bahan yang masih digunakan.  8
2.7 Suhu Pada Dapur Tempa
Temperatur dan warna untuk benda kerja yang ideal adalah pada temperatur pada suhu 800-930 derajat celsius atau pada warna yaitu berwarna merah kekuning-kuningan. Baja tidak boleh ditempa dibawah 400 derajat celcius, maka baja akan rapuh berwarna biru. Jika baja dipanaskan diatas 1200 derajat celcius maka baja akan terbakar dan tidak dapat diperbaiki lagi. Benda kerja yang biasa digunakan yaitu st.37 dengan kandungan karbon kuang lebih 0.3 g.


Warna
Suhu (celcius)
Colklat tua
530 o – 580 o
Merah coklat
580 o – 650 o
Merah tua
650 o – 730 o
Merah padam tua
730 o – 770 o
Merah padam
770 o – 800 o
Merah padam muda
800 o – 830 o
Merah muda
830 o – 900 o
Merah jambu
900 o – 1050 o
Kuning tua
1050 o – 1150 o
Kuning muda
1150 o – 1250 o
Putih
1250 o – 1400 o
Putih terang
1400 o – 1600 o
Tabel temperatur dan warna pemanasan



BAB III
                                              METAL FORMING PROCESS
DEFINISI : Proses pembentukan logam dengan mempergunakan gaya tekan untuk mengubah bentuk dan atau ukuran dari logam yang dikerjakan.Secara umum dapat dibagi 4 kelompok besar :
1 PRESSING
2. DRAWING
3.BENDING
4.SHEARING
Berdasarkan proses pengerjaan, dibagi 2 bagian :
1.HOT WORKING PROCESS
2.COLD WORKING PROCESS
HOT WORKING PROCESS
Pada proses pengerjaan ini tidak terjadi kenaikan tegangan lulur, kekerasan dan penurunan keuletan bahan.
THE ADVANTAGE OF HOT WORKING PRECESS
1.Energi yang dibutuhkan kecil
2.Flow ability tinggi
3.Difusi cepat
4.Blow hole dan porosity dapat dieliminir
5.Butir-butir lebih halus
6.Ductikity dan touhness meningkat

THE DISADVANTAGE OF HOT WORKING PRECESS
1.Terjadi oksidasi
2.Decarburization permukaan
3.Toleransi besar
4.Struktur dan sifat logam tidak uniform
5.Perlu peralatan tahan panas
6.Kontaminasi tidak dapat dikurangi
PROSES PENGERJAAN PANAS DAPAT DIKLASIFIKASIKAN
https://i1.wp.com/img480.imageshack.us/img480/9214/klasif.jpg
ROLLING
Proses ini sering digunakan sebagai langkah awal dalam mengubah ingot dan billet menjadi produk setengah jadi/akhir.
Prinsip : menekan bahan dasar dengan menggunakan 2 rol atau lebih dengan arah putaran yang berlawanan sehingga terjadi perubahan dimensi (dimensi penampang)
Faktor yang juga hrus diperhatikan dalam proses rolling adalah sudut gigitan
https://i2.wp.com/img213.imageshack.us/img213/6097/rollingkw4.jpg





ROLLING MILL
Prinsip : mengurangi ketebalan bisa dilakukan dengan pengerjaan panas maupun pengerjaan dingin
ROLLING FORGING
Pada proses ini roll dapat dibagi 2 bagian, yaitu SHAPE ROLLING dan ROLLING FORGING
SHAPE ROLLING umumnya mengerjakan bagian-bagian yang kecil, misalnya ulir dan dikerjakan pada pengerjaan panas.
Sedangkan ROLLING FORGING dikhususkan pada pengerjaan dingin dan mengerjakan bagian yang besar.
Keuntungannnya : benda kerja memiliki strength tinggi, biaya cost produksi lebih rendah dan laju produksi lebih tinggi dibanding dengan proses cutting.
ROLL FORMING
Proses ini memproduksi lembaran logam untuk pembuatan pipa, plat strip.
ROLL FORMING dikerjakan pada pengerjaan dingin untuk pembuatan lembaran kecil, lembaran dengan penampang tipis dan material yang lunak, misal aluminium, tembaga
FORGING
FORGING adalah proses pembentukan logam secara plastis dengan memberikan gaya tekan pada logam yang akan dibentuk .
Gaya tekan yang diberikan bisa secara manual maupun secara mekanis (HIDROLIS ataupun PNEUMATIS)
Proses FORGING bisa dikerjakan pada pengerjaan dingin maupun pengerjaan panas.
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam proses forging :
A. DRAWN OUT
B. UPSET
C.SQUEEZED
Proses FORGING dapat dikelompokkan :
1.HAMMER FORGING
2.DROP FORGING
3.PRESS FORGING
4.UPSET FORGING
5.ROLL FORGING
6.SWAGING
HAMMER FORGING
Proses ini merupakan forging yang paling sederhana. Pada umumnya landasan (ANVIL) dan HAMMER yang dipakai berbentuk datar. Sehingga proses ini diprioritaskan untuk membuat benda kerja yang sederhana dan skala produksi kecil. Prosesnya lama dan hasilnya tergantung dari skill operator.
https://i2.wp.com/img480.imageshack.us/img480/6551/hammer.jpg
DROP FORGING
PRINSIP : Memaksa logam panas yang plastis memenuhi dan mengisi bentuk die dengan cara penempaan. Proses ini yang diperlengkapi dengan die. Die umumnya dibagi dua bagian dimana satu bagian diletakkan pada hammer, yang lainnya pada anvil.
https://i1.wp.com/img480.imageshack.us/img480/3651/drop.jpg
Syarat die yang digunakan harus kuat dan tangguh terhadap beban impact,keausan, dan temperatur umumnya terbuat dari campuran baja denga nkrom, molibdenum dan nickel.
Faktor yang penting dan harus diperhatikan adalah tenaga pneumatis dan tenaga hidrolis sehingga mesin-mesin tipe steam hammer maupun air hammer mampu bekerja sangat cepat, mudah dikontrol dan otomatis.
Impact forging juga merupakan bagian dari closed die forging hanya saja gerakan hammernya horisontal dan bisa dikerjakan dalam pengerjaan panas maupun dingin.
https://i1.wp.com/img480.imageshack.us/img480/250/bending.jpg
Gambar Perbandingan Drop Forging dengan Impact Forging
PRESS FORGING
Pada hammer forging maupun drop forging energi yang diberikan pada saat penempaan sebagian besar terserap oleh anvil, pondasi mesin dan permukaan luar benda kerja sedangkan bagian dalam benda kerja belum terdeformasi. karena itu untuk benda kerja dengan penampang tebal dan besar digunakan press forging.
Prinsip press forging : dilakukan penekanan secara perlahan-lahan pada benda kerja sampai menghasilkan aliran logam yang uniform.
Press forging biasanya dikerjakan tanpa die dan hammer maupun anvilnya berbentuk datar.



UPSET FORGING
Proses forging yang dikhususkan untuk pembesaran diameter pada ujung batang logam ditekan dalam arah memanjang.
Pada dasarnya benda kerja yang diupset berupa bar bulat, wire ataupun benda kerja berbentuk silindris.
ada 3 hal yang diperhatikan pada saat melakukan upset forging :
1. Panjang benda yang diupset tidak lebih dari 3 kali diameter batang
2.Diameter upset tidak lebih dari 1,5 kali diameter batang
3.Panjang benda kerja yang tidak ditumpu oleh die tidak lebih dari diameter batang
SWAGING
SWAGING adalah proses pengurangan diameter benda kerja yang berbentuk bulat baik solid meupun berongga dengan cara penempaan berulang kali.
ROLL FORGING
Proses forging untuk mengurangi ketebalan dari bar yang berbentuk bulat atau datar sehingga mengalami perpanjangan ke arah sumbu axisnya.
Roll forging biasanya memproduksi poros, batang taper dan pegas daun.
Roll forging terdiri dari dua roll semisilindris dengan bentuk groove sebesar 25-75 % sumbu putaran.
PIPE WELDING
PIPE WELDING adalah proses pengerjaan panas pembuatan pipa yang dibentuk dari lembaran logam, dilengkungkan sehingga penampangnya berbentuk lingkaran dan kemudian kedua sisinya disambungkan dengan pengelasan.
Bahan dasar proses ini berupa skelp, merupakan lembaran logam yang panjang dan sempit dengan ketebalan tertentu hasil proses hot rolling.
Berdasarkan cara penyambungan kedua sisi yang dilas, pipe welding dibagi :
A. BUTT WELDED PIPE
B.LAP WELDED PIPE
BUTT WELDED PIPE
PRINSIP : mula-mula skelp dalam bentuk gulungan (koil) ditempatkan pada welding bell, kemudian dilewatkan pada furnace dengan suhunya diatas temperatur rekristalisasi.
Setelah dari furnace ditarik menuju roll forming untuk diubah bentuknya menjadi silindir dan kedua sisinya disambung
Proses ini digunakan untuk membuat pipa berdiameter 1/8″ s/d 3″
https://i1.wp.com/img118.imageshack.us/img118/1429/buttcn6.jpg






LAP WELDED PIPE
PRINSIP : mula-mula skelp sudah mempunyai bentuk sudut sepanjang kedua sisinya, dilewatkan pada furnace dan setelah itu diarik diantara roll-roll sehingga berbentuk silinder dengan tepinya saling tertindih. Sambil dipanaskan kembali, skelp yang ditekuk bergerak melalui dua buah roll dimana terdapat mandrel untuk mengatur diameter dalam pipa. tepi-tepi dilas dengan tekanan antar roll dan mandril.
Proses ini digunakan untuk membuat pipa berdiameter 2″ s/d 16″ dengan panjang pipa maksimum 7 m dan biasanya untuk membuat pipa tembaga dan pipa kuningan.
https://i1.wp.com/img213.imageshack.us/img213/9867/lapxy6.jpg
PIERCING
Merupakan proses pengerjaan panas untuk membuat pipa tanpa sambungan (seamless pipe) dengan bahan baku berupa billet (batang bulat dan padat) Dengan demikian hasil dari proses ini tidak terdapat suatu garis penghubung hasil sambungan.
Batang logam padat yang telah dipanasi dengan salah satu ujungnya berlubang ditengah-tengahnya sebagai penunjuk bagi mandrel, dimasukkan ke dalam roll yang sumbunya membentuk 6 % terhadap sumbu benda kerja. Roll berputar searah, dan bentuk roll lebih kecil dibandingkan dengan diameter bahan.
Pada saat batang dimasukkan, batang akan terbawa oleh putaran dari roll dan karena adanya sudut kemiringan batang seakan-akan ditarik oleh kedua roll.
https://i2.wp.com/img211.imageshack.us/img211/1566/piercingkn0.jpg
https://i1.wp.com/img249.imageshack.us/img249/4070/ekstrusiwu4.jpg
HOT DRAWING
Hot drawing adalah suatu proses pengerjaan panas dengan m,embentuklembaran logam menjadi bentuk tiga dimensi yang mempunyai kedalaman beberapa kali dari tebalnya dengan memberikan tekanan kepadanya melalui punch dan die
https://i2.wp.com/img209.imageshack.us/img209/6918/hotdrawkb0.jpg
EKSTRUSI
PRINSIP : Logam ditekan dan ditarik mengalir melalui lubang die untuk membentuk benda kerja dengan luas penampang yang lebih kecil. Die yang dipakai umumnya terbuka. Ekstrusi dapat dibagi 3 jenis, yakni ekstrusi langsung, ekstrusi tidak langsung dan impact extrusion.
Proses ekstrusi bisa dikerjakan dalam pengerjaan dingin dan panas.
https://i1.wp.com/img480.imageshack.us/img480/6169/impact.jpg
HOT SPINNING
HOT SPINNING adalah proses pembentukan logam panas secara plastis dari bentuk datar dengan ukuran tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan die dengan cara memutar benda kerja dan memberikan tekanan secara lokal pada sisi benda kerja.
Proses spinning dapat juga dikerjakan dengan proses pengerjaan dingin bahan benda kerjanya merupakan lembaran logam yang tipis dengan ketebalan sampai 6″ untuk pengerjaan panas.
COLD WORKING PROCESS
Proses pembentukan logam secara plastis dengan temperatur pengerjaan di bawah temperatur rekristalisasi.
The advantages of cold working process :
-tidak memerlukan pemanas
-hasil permukaan akhir lebih baik
-kontrol dimensi baik
-kontaminasi dapat dikurangi
-sifat strenght, fatique dan wear meningkat
The disadvantages of cold working process :
-gaya tekan yang dibutuhkan lebih besar
-peralatan mesin berat
-sifat ductility menurun
-permukaan logam harus bersih
-tegangan sisa yang tidak diinginkan terjadi
Klasifikasi proses pengerjaan dingin dapat dibagi menjadi :
https://i2.wp.com/img65.imageshack.us/img65/7613/coldkf5.jpg
SQUEEZING
Sebagian besar dari proses ini identik dengan pengerjaan panas. Alasan utama dalam pembentukan dingin dingin adalah keakuratan dimensi dan peningkatan permukaan akhir.
SWAGING
Cold swaging selalu dilakukan dengan menggunakan mesin putar yang mempunyai sederetan rol-rol yang berfungsi sebagai hammer yang menggerakkan anvil berikut die ke pusat perputaran. Proses ini untuk mengurangi diameter, membentuk taper,tube.
https://i1.wp.com/img66.imageshack.us/img66/535/swaging1nl2.jpg
RIVETING
RIVETING adalah proses pengelingan. beberapa macam proses pengelingan tergantung dari mekanisme pembentuknya.
Bila menggunakan mesin press, prosesnya hanya sekali tekan sedangkan bila menggunakan hammer, bisa beberapa kali pemukulan.
STAKING
Fungsinya hampir sama dengan riveting, yaitu menyambung dua buah komponen yang satu lebih menonjol melalui sebuah lubang.
Karena adanya tekanan dari punch maka timbul deformasi ke arah radial dan ini akan mengunci/mengikat dua komponen tadi.
https://i1.wp.com/img170.imageshack.us/img170/1710/stakingkl2.jpg
COINING
Proses ini digunakan untuk membuat medali dan mata uang yang memerlukan ketelitian yang tinggi dna ukuran yang tepat.
Tekanan yang dibutuhkan dalam proses ini tinggi sekali dan tidak ada kelebihan logam yang mengalir dari die.
Pengukuran yang teliti dari volume logam sangat diperlukan untuk menghindari kerusakan dari die
https://i0.wp.com/img480.imageshack.us/img480/2826/coining.jpg
COLD EXTRUSION (IMPACT EXTRUSION)
Dalam proses ini dapat dibagi 2 jenis tipe, yaitu : tipe forward dan tipe backward. Dimana pada masing-masing tipe ini menggunakan open die maupun closed die.
Pada mulanya cold extrusion digunakan untuk logam-logam yang kekuatannya rendah, seperti timah putih, timah hitam, seng dan aluminium sehingga menghasilkan produk, misalnya tube yang bisa dilipat : pasta gigi, obat maupun cream.
Cold extrusion memungkinkan untuk mengekstruksi logam yang bersifat brittle, seperti halnya molybdenum
https://i1.wp.com/img255.imageshack.us/img255/2584/variasicc0.jpg
ROLL EXTRUSION
Digunakan untuk membentuk dinding silinder yang tipis dari dinding silinder tebal dengan menggunakan rol.
Prinsip : memaksakan logam mengalir keluar dari daerah antara rol dan die akibat penekanan dari rol yang berputar.
https://i1.wp.com/img505.imageshack.us/img505/4476/rollextjb2.jpg
SHEARING
SHEARINGadalah proses pemotongan bahan tanpa pembentukan chip atau tanpa menggunakan burning atau melting.
Jika cutting blade lurus dinamakan shearing sedangkan jika cutting blade berbentuk lengkungan, bisa dinamakan blanding, piercing, notching dan trimming
Proses shearing dapat dibagi 2 kelompok besar, yaitu shear forming dan shearing
SHEAR FORMING
Bentuk-bentuk seperti kerucut, setengah bola sering kali dibentuk dengan shear forming atau flow turning, yaitu merupakan modifikasi dari proses spinning dimana tool formernya berputar dan bergerak maju.
SHEARING
Sewaktu punch turun mengenai benda kerja, logam terdeformasi plastis didalam die. Karena kelonggaran diantara punch dan die hanya 5-10% dari tebal benda kerja maka deformasi terlokalisir di daerah itu saja
https://i0.wp.com/img61.imageshack.us/img61/9535/simplets6.jpg
SLITTING
Proses shearing yang menggunakan rol pemotong asepanjang benda kerja dengan lebar pemotongan sama dengan jarak antar rol.
Proses slitting ini merupakan proses kontinu dan dapat melakukan operasi secara cepat dan ekonomis
PIERCING AND BLANKING
Piercing dan blanking adalah operasi shearing dimana benatuk pisau merupakan lengkungan yang tertutup.
Perbedaan blanking dan piercing dapat ditinjau dari benda kerja dan skrapnya.
Bila hasil yang dipunch adalah benda kerja sedangkan bentuk yang tidak diinginkan tertinggal pada plat sisa adalah skrapny, ini dinamakan proses blanking.
Bila hasil yang dipunch adalah skrapnya sedangkan bentuk yang tertinggal pada plat sisa adalah benda kerja, ini dinamakan proses piercing.
https://i1.wp.com/img61.imageshack.us/img61/9871/skematikhi4.jpg
SKEMATIK PERBEDAAN BLANKING & PIERCING
Piercing dan blanking biasanya dikerjakan dengan menggunakan mesin press mekanis.
Secara teoritis, punch seharusnya dapat masuk dengan tepat ke dalam die dengan kelonggaran merata hampir mendekati nol dan punch tidak perlu masuk ke dalam die.
https://i0.wp.com/img480.imageshack.us/img480/1076/blanking.jpg
Pada prakteknya kelonggaran ini diperlukan berkisar antara 5-12% dari ketebalan bahan, sedang yang umum dipakai sekitar 5-7% dan punch masuk sedikit ke dalam die.
Syarat-syarat piercing dan blanking :
1. Sudut benda kerja pada blanking harus merupakan radius yang tepat
2.Lebar dari slot yang dibentuk >= 1.5 tebal
3.Diameter piercing >= tebal sheet dan minimum 0.025 inch.
4. Jarak kedua lubang atau lubang dengan tepi >= tebal logam
Dalam pengertian piercing dapat dijumpai istilah seperti lancing, perforating, nibbling, dinking, dan notching.
https://i1.wp.com/img61.imageshack.us/img61/8359/nibblingit7.jpg
DRAWING
Cold drawing merupakan proses pembentukan dingin secara plastis dari metal sepanjang sumbunya.
Proses ini dapat dibagi 5 kelompok besar
1.BAR AND TUBE DRAWING
2.WIRE DRAWING
3.STRETCH FORMING
4.DEEP DRAWING
5.FORMING WITH RUBBER
BAR AND TUBE DRAWING
Hasil dari bar drawing adalah pengecilan penampang melintang dan pemanjangan batang dengan konsekuensinya timbul strain.
Hardening pada umumnya proses ini dilakukan secara bertahap
https://i2.wp.com/img61.imageshack.us/img61/7189/barry1.jpg
Proses bar drawing ini biasanya diikuti dengan proses annealing jika reduksi penampangnya melebihi 30-50 %
Proses tube drawing digunakan untuk membuat pipa tanpa sambungan.
Bahan dasar yang digunakan berbentuk pipa sehingga kualitas pipa yang dihasilkan memiliki permukaan yang halus, berdinding tipis dan keakuratannya tinggi serta kekuatannya naik.
Mandrel dipergunakan dalam proses ini untuk diameter tube 1/2″-10″
https://i1.wp.com/img66.imageshack.us/img66/8901/tubeft9.jpg
WIRE DRAWING
Prinsipnya sama dengan bar drawing. Hanya saja diameternya lebih kecil, dan dikerjakan secara kontinu melalui beberapa die.
Jika diperlukan kawat yang lunak, annealing dilakukan didalam dapur dengan mengontrol temperaturnya setelah proses drawing terakhir.
Pada proses penarikan kontinu, kawat ditarik melalui beberapa die dan rol penarik yang disusun seri.
https://i2.wp.com/img214.imageshack.us/img214/1163/wirejq7.jpg

STRETCH FORMING
Pada proses ini, die (form block) hanya dikenai tegangan kompresi, benda kerja yang diikat dengan grip dan ditarik ke arah horisontal. Die umumnya terbuat/dapat dibuat dari kayu atay plastik.
Stretch forming merupakan proses yang dikembangkan dari aerospace dalam pembuatan penampang yang lebar dari sheet dan ditarik untuk membentuk lengkungan penampang.
https://i0.wp.com/img218.imageshack.us/img218/1111/stretchhx6.jpg
DEEP DRAWING
Proses ini ditujukan untuk membuat tangki dengan berbagai bentuk dimana kedalamannya lebih besar dibandingkan dengan ukuran diameter, dan disamping itu dikenal juga istilah shallow drawing.
Pada dasarnya proses ini ada dua, yaitu:
1.SHRINK FORMING
Pada proses ini terjadi kompresi melingkar selama proses dengan pengurangan diameter dan logam cenderung tipis. Karena material cukup tebal maka pada dinding produk akan berakibat terjadi kerutan.
2.STRETCH FORMING
Pada proses ini terjadi pengecilan benda kerja sebagi akibat tarikan melingkar yang digunakan untuk memperbesar diameter.
Guna mencegah kerutan dna ketebalan dinding yang tidak merata, aliran logam harus dikontrol. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan ring penakan. Perhatikan gambar dibawah ini.
https://i2.wp.com/img214.imageshack.us/img214/4986/shrinksg4.jpg
https://i1.wp.com/img239.imageshack.us/img239/8062/doublejn4.jpg
FORMING WITH RUBBER
Pada proses ini karet dipakai sebagai penekan, ditujukan untuk mengeliminir salah satu die aas atau bawah.
Proses guerin forming didasarkan pada kenyataan bahwa sifat konsisten dari karet dapat mentransfer seluruh tekanan yang diberikannya secara uniform ke segala arah.
Proses bulging didasarkan bahwa fluida atau karet dimanfaatkan untuk memindahkan tekanan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bahan baku ke arah luar sehingga menempel pada die.
https://i0.wp.com/img63.imageshack.us/img63/5305/bulgingub4.jpg
BENDING
Bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan perubahan luas permukaan.
Bending menyebabkan logam pada sisi luar sumbu netral mengalami tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami tekanan.
https://i1.wp.com/img480.imageshack.us/img480/250/bending.jpg
Proses bending dapat dibagi menjadi 6 bagian :
1.ANGLE BENDING
2.ROLL BENDING
3.ROLL FORMING
4.SEAMING
5.STRAIGHTENING
6.FLANGING
ANGLE BENDING
Angle bending untuk membuat lengkungan dengan sudut sampai +- 150o pada lembaran logam.
ROLL BENDING
Biasanya digunakan untuk membentuk silinder. Bentuk-bentuk lengkung atau lingkaran dari pelat logam.
ROLL FORMING
Proses ini digunakan untuk membuat bentuk-bentuk kompleks dengan bahan dasar lembaran logam . tebal bahan sebelum maupun sesudah proses pembenatukan tidak mengalami perubahan posisi roll dipasang sejajar dan prosesnya berjalan continu.
https://i2.wp.com/img128.imageshack.us/img128/9885/rollformel9.jpg
SEAMING
Seaming adalah operasi bending yang digunakan untuk menyambung ujung lembaran logam sehingga membentuk benda kerja seperti kaleng, drum, ember, dsb.
sambungan dibentuk dengan rol-rol kecil yang disusun secara berurutan.
https://i2.wp.com/img480.imageshack.us/img480/7816/jenis.jpg
STRAIGHTENING
STRAIGHTENING merupakan proses yang berlawanan dengan bending , digunakan untuk meluruskan lembaran logam .
Pada umumnya straightening dilaksanakan sebelum benda kerja dibending.
Proses ini menggunakan rol-rol yang dipasang sejajar dengan ketinggian sumbu rol yang berbeda.
https://i2.wp.com/img213.imageshack.us/img213/1160/straiggr4.jpg
FLANGING
Proses Flanging sama dengan seaming hanya saja ditunjukkan untuk melipat dan membentuk suatu permukaan yang lebih besar.
HIGH ENERGY RATE FORMING
PRINSIP: Proses pembentukan logam secara plastis dengan menggunakan energy yang tinggi dalam interval yang singkat . Seringkali High Energy Rate Forming disingkat dengan Herf.
Keuntungan dari Herf:
  1. Memungkinkan membuat benda kerja besar dan sulit untuk dibentuk dengan peralatan yang lebih murah daripada yang lain
  2. Hampir tidak ada Spring Back
Herf dapat dilaksanakan dengan 5 metoda:
  1. Underwater Explosions
  2. Teknik Electrohydraulic
  3. Pneumatic – Mechanical Mean
  4. Internal Combustion of Gaseous Mixtures
  5. Teknik Electromagnetik
https://i1.wp.com/img126.imageshack.us/img126/377/herfuo7.jpg
















BAB IV
PENUTUP

3. 1 Kesimpulan
Menempa adalah logam-logam berubah bentuk karena pengaruh tarikan, tekanan dan bengkokan yang terjadi pada keadaan panas dan dingin. Proses penempaan yang ideal yaitu pada temperatur 800-1100 derajat celcius dan berwarna merah kekuning-kuningan. Baja tidak boleh ditempa pada suhu dibawah 400 derajat celcius karena akan rapuh brwarna biru. Sedangkan baja dipanaskan diatas 1200 derajat celcius maka baja akan terbakar dan tidak dapat diperbaiki lagi. Tetap kontrol benda kerja setiap menitnya hingga jangan sampai benda kerja melebur. Setiap akan melakukan pekerjaan ditempa terlebih dahulu periksalah perlengkapan yang tersedia. Dan gunakanlah alat pelindung ketika bekerja. Jagalah keselamat diri anda.