SOFTSKILL
METODOLOGI PENELITIAN
PENGERTIAN FORGING
METODOLOGI PENELITIAN
PENGERTIAN FORGING
Di Susun oleh :
Nama : Alvin Ahlamy Nauval
Kelas : 3IC05
Nama : Alvin Ahlamy Nauval
Kelas : 3IC05
NPM : 20413734
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan saat ini seolah-olah
menuntut kita untuk dapat bekerja di berbagai bidang secara professional.
Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa Teknik Mesin harus ikut berperan
aktif dalam perkembangan teknologi terebut.
Dalam dunia permesinan dikenal
berbagai macam alat yang dapat membantu pekerjaan manusia agar mempermudah
dalam pelaksanaannya. Dengan adanya mesin-mesin-mesin tersebut manusia hanya
sebagai kontroler atau pengendali cara kerja dari mesin itu, sedangkan mesinnya
itu sendiri berfungsi sebagai motor atau penggerak. Untuk seseorang yang memang
berlatar belakang teknik mesin diwajibkan mengenal berbagai jenis mesin-mesin
seperti mesin bor, mesin bubut, gerinda dan lain sebagainya.
Forging
atau penempaan merupakan penekanan pada logam dengan daya tekan yang tinggi
sehingga dapat dikatakan penempaan merupakan proses penumbukan pada benda kerja
sehingga membentuk produk,karena penempaan merupakan proses merapatkan butir
atau serat pada bahan baku (material),maka proses penempaan mempunyai kekuatan
untuk ratio berat sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai
komponen-komponen mesin (pesawat angkat).dapat diartikan juga forging adalah
suatu proses deformasi yang dilakukan dengan menekan benda kerja diantara dua
cetakan (die),baik menggunakan beban tiba-tiba (impact) atau ditekan secara
gradual hingga diperoleh bentuk akhir benda kerja yang diinginkan.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang diangkat dalam penulisan laporan ini adalah :
1.
Apakah definisi dari forging?
2. Apa
saja macam-macam forging?
3. Apa
saja yang di perhatikan dalam keselamatan kerja ?
4.
Bagaimana cara menyalakan dapur tempa ?
5. Ada
berapa tingkatan warna dan suhu saat pembakaran ?
6.
Peralatan apa saja yang digunakan di kerja tempa ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1
Tujuan Umum
Tujuan penulisan makalah tentang forging ini diharapkan
dapat menambah wawasan terhadap teknologi yang erat kaitanya dengan teknik
mesin. Selain itu juga dapat menambah kemampuan dan menguasai kerja tempa
dengan baik dan benar.
1.3.2
Tujuan Khusus
1.
Untuk mengetahui definisi dari forging
2.
Untuk mengetahui jenis-jenis forging
3.
Untuk mengetahui keselamatan kerja dalam proses tempa
4.
Untuk mengatahui cara menyalakan dapur tempa
5.
Untuk mengetahui warna dan tingkatan suhu
6.
Untuk mengetahui peralatan yang digunakan
Bab 2
pembahasan
Pengertian
Forging
Forging atau penempaan merupakan penekanan pada logam dengan
daya tekan yang tinggi sehingga dapat dikatakan penempaan merupakan proses
penumbukan pada benda kerja sehingga membentuk produk,karena penempaan
merupakan proses merapatkan butir atau serat pada bahan baku (material),maka
proses penempaan mempunyai kekuatan untuk ratio berat sehingga sangat baik
untuk digunakan sebagai komponen-komponen mesin (pesawat angkat).dapat
diartikan juga forging adalah suatu proses deformasi yang dilakukan dengan
menekan benda kerja diantara dua cetakan (die),baik menggunakan beban tiba-tiba
(impact) atau ditekan secara gradual hingga diperoleh bentuk akhir benda kerja
yang diinginkan.
Secara umum metode forging dapat dapat dikategorikan menjadi
dua macam yaitu:
A.forging hammer adalah metode atau
cara pembentukan produk dengan cara menumbuk secara berulang,proses yang
digunakan secara open die,sehingga produk yang dihasilkan mempunyai toleransi
yang kurang baik
B.forging press adalah metode
forging dengan menggunakan mesin press yang mempunyai daya tekan tinggi,secara
umum proses forging dengan mesin press dapat digunakan secara open die maupun
close die.
Open die
|
Kekurangan
|
kelebihan
|
Ø Laju produksi rendah
|
ØTersedia berbagai ukuran
|
|
Ø Mempunyai toleransi yang kurang
baik
|
ØCetakan yang relative murah
|
|
ØProses pengerjaan yang simple
|
||
Close die
|
Ø Cetakan mahal
|
ØToleransi dan kepresisian yang
relative baik
|
ØDihasilkan sifat yang baik
|
||
ØProduktivitas yang baik
|
Berdasarkan proses pengerjaan dibedakan menjadi dua macam
yaitu proses pengerjaan panas (hot working)dan proses pengerjaan dingin (cold
working)
Hot working adalah proses pembentukan dengan cara memanaskan
benda kerja sampai diatas suhu rekristalisasi,kemudian diberikan gaya luar
sehingga terjadi perubahan bentuk yang diinginkan.
Rekristalisasi adalah suatu proses dimana butir logam yang
terdeformasi digantikan oleh butiran baru yang tidak terdeformasi yang intinya
tumbuh sampai butiran asli termasuk didalamnya .atau perubahan struktur Kristal
akibat pemanasan pada suhu krisis sehingga terbentuknya struktur butiran baru
melalui tumbuhnya inti dengan pemanasan .
Keuntungan pengerjaan panas.
·
Porositas dalam logam dapat
dikurangi
·
Ketidakmurnian dalam bentuk inklusi
terpecah-pecah dan tersebar dalam logam
·
Struktur butir lebih halus
·
Sifat-sifat fisis yang meningkat
·
Jumlah energi yang dibutuhkan untuk
mengubah bentuk relative kecil.
Kerugian pengerjaan panas.
·
Terjadi oksidasi dan pembentukan kerak pada permukaan benda
kerja sehingga penyelesaian permukaan kurang bagus.
·
Dimensi benda kerja yang dihasilkan
kurang akurat
·
Peralatan pengerjaan panas dan biaya
pemeliharaan yang mahal.
Proses pengerjaan dingin atau cold ( working ) adalah
merupakan pembentukan logam secara plastis dibawah suhu rekristalisasi pada
umumnya dilakukan disuhu kamar tanpa pemanasan benda kerja .suhu rekristalisasi
yang dimaksud adalah suhu dimana logam akan mengalami perubahan struktur mikro.
Keuntungan pengerjaan dingin
·
Tidak dibutuhkan pemanasan
·
Ukuran atau dimensi yang didapat
baik
·
Hasil permukaan lebih halus karena
tidak ada proses oksidasi terhadap material
·
Kekerasan dan kekuatan logam yang
dihasilkan meningkat.
·
Biaya perawatan dan pemeliharaan
lebih murah
Kerugian pengerjaan dingin
·
Dibutuhkan gaya yang besar untuk
membuat suatu produk yang berukuran kecil.
·
Hanya bahan yang lunak yang bisa
diproses
·
Porositas dalam logam tetap
·
Keuletan menurun
Perbedaan pengerjaan dingin dan pengerjaan panas
Pengerjaan panas
|
Pengerjaan dingin
|
Dilakukan diatas suhu rekristalisasi (baja sekitar 5000-7000C)
|
Dilakukan dibawah suhu rekristalisasi
|
Diperlukan gaya yang lebih rendah
|
Diperlukan gaya yang lebih besar untuk membuat produk yang
bersize kecil
|
Perubahan sifat mekanik kecil:
Keuletan meningkat
Ketahanan terhadap impact meningkat
|
Perubahan sifat mekanik besar:
Keuletan menurun
Kekuatan dan kekerasan meningkat
|
Pada proses pengecoran juga dapat dikatakan sebagai
penempaan karena pembentukan logam cair tersebut dibentuk dalam cetakan dan
cetakan tersebut mendapat tekanan atau tempaan dari luar.meskipun penempaan
terdapat masalah dalam prosesnya akan tetapi dapat diatasi dengan berbagai cara
yakni menaikan temperature tempa dan menaikan tekanan tempa.
Produk
penempaan memiliki kekuatan dan ketangguhan yang lebih baik dibanding produk
lain.sehingga sangat baik untuk komponen yang mempunyai tegangan tinggi
2.1 PENGERTIAN KERJA TEMPA
Kerja tempa adalah suatu proses
pengerjaan logam yang paling tua. Prosesnya terdiri dari atas pemukulan atau
penekanan logam menjadi bentuk yang dikehendaki. Hal ini dapat dikerjakan baik
dalam keadaan panas maupun dingin, tetapi istilah “tempa” umumnya menggunakan
panas. Jadi yang dimaksud menempa adalah suatu proses pengerjaan logam dalam
keadaan panas dengan cara memukul dengan palu diatas landasan.
2.1.1 ALAT TEMPA DAN KEUNTUNGAN
KERJA TEMPA
Penempaan dapat dilakukan dengan
tangan maupun dengan mesin. Untuk benda-benda kerja yang ringan dapat dilakukan
dengan penempaan tangan. Penempaan dengan mesin biasanya dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan
berat, dapat menggunakan matres ataupun tidak menggunakan matres.
Keuntungan kerja tempa adalah :
·
Logam dalam keadaan panas bersifat
lunak dan mudah dibentuk tumbukan dan tekanan tanpa merusak sifat logam itu
sendiri.
·
Benda – benda yang sama yang ditempa
lebih kuat daripada benda yang dikerjakan dengan
·
mesin.
·
Bentuk – bentuk benda kerja yang
rumit dapat diproduksi lebih mudah dan murah daripada
·
dengan kerja mesin.
·
Pembentukan yang dilakukan dengan
penempaan tidak terjadi pemotongan, maka jumlah
·
logam yang hilang atau terbuang akan
lebih sedikit.
Adapun kekurangan-kekurangan dalam
kerja tempa adalah:
·
Temperatur tempa yang terlalu tinggi
akan menyebabkan oksidasi sehingga benda kerja akan cepat mencair.
·
Ukuran yang tepat sulit untuk
dicapai.
2.2 DAPUR TEMPA
Dalam melaksanakan pekerjaan menempa
diperlukan alat dan peralatan, seperti dapur tempa, alat pemotong, alat
pelubang, alat peregang, alat pembentuk, alat ukur, dan alat bantu lainnya.
2.2.1 Fungsi Dapur Tempa
Fungsi utama dapur tempa ialah
tempat untuk membakar benda kerja yang akan dibentuk. Selain pekerjaan
membentuk, dalam menempa dapat juga dilaksanakan berbagai pekerjaan seperti
menyepuh, melunakan, penyambungan dengan car alas tempa dan lain-lain.
2.2.2 Dapur Tempa Tetap
Dapur Tempa Tetap
Dapur tempa tetap umumnya dipakai di
bengkel-bengkel dan diletakan secara permanen di atas suatu fondasi yang kuat.
Suatu dapur tempa memerlukan udara penghembus. Udara penghembus dapat diperoleh
melalui berbagai cara, baik cara tradisional, seperti dapur tempa tekan yang
masih banyak digunakan di daerah pedalaman maupun menggunakan ventilator
listrik atau tangan.
Bagian-bagian utama dapur tetap :
·
Cerobong asap, fungsinya untuk
menarik asap dan debu dengan system tarikan alam sehingga populasi udara dapat
dikurangi.
·
Sungkup asap, untuk mengarahkan asap
ke dalam cerobong.
·
Tungku api, tempat memasang/membakar
benda kerja.
·
Bak air, untuk mendinginkan alat
maupun benda kerja.
·
Katup pengatur, untuk memasukan
pemasukan udara ke dalam tungku.
·
Katup pembuang debu, untuk
mengeluarkan debu sisa pembakaran dan terak-terak.
2.3 BAHAN BAKAR DAPUR TEMPA
Ada tiga macam bahan bakar yang
dipergunakan pada dapur tempa, yaitu; bahan bakar padat, bahan bakar cair, dan
bahan bakar gas.
2.3.1 Bahan Bakar padat
Syarat-syarat bahan bakar padat :
·
Kadar karbonnya tinggi
·
Bahan bakar padat cukup keras.
·
Butir-butiran bahan bakar tidak
terlalu kecil.
·
Tidak mengandung bahan bakar TER,
karena sangat mengotori langit-langit, sehingga menjadi hitam.
Yang termasuk bahan bakar padat
adalah : arang kayu, arang bekas, tempurung kelapa, dan lain-lainnya yang
berbentuk benda padat dan dapat dibakar.
Keuntungan bahan bakar padat adalah
:
·
Mudah didapat terutama di daerah
pedesaan.
·
Tidak mudah terbakar.
Kerugian Bahan bakar padat adalah :
·
Ruang kerja kotor.
·
Memerlukan tempat penyimpanan yang
luas.
2.4
Peralatan Dapur Tempa
Ada
banyak perlengkapan forging dan kegunaanya, antara lain :
Palu, palu ada dua macam yaitu palu
biasa yang digunakan untuk membentuk / memukul benda kerja dan palu perata
yaitu alat bantu untuk lebih meratakan suatu permukaan benda kerja.
2.5
Alat Ukur Pada Dapur Tempa
Compass for Forging
Alat
ukur yang biasa digunakan pada forging yaitu: compass for forging penggunaannya
: setting compass for forging dengan menggunakan jangka sorong atau “ block
Gauge “ sesuai dengan ukuran yang kita kehendaki. Kita dapat mengukur benda
kerja forging dengan menggunakan compass yang telah disetting tersebut.
Forging Measure Gauge
Alat
tersebut sudah di ukur sesuai dengan ukuran yang ada ( ukuran dapat terlihat
pada alat tersebut ). Benda kerja Forging dapat di ukur dengan alat tersebut
sesuai dengan ukuran yang kita khendaki. Ada bermacam-macam profil dari alat
ukur ini.
2.6 PROSES DASAR MENEMPA
Yang dimaksud proses dasar menempa
ialah suatu proses pengerjaan yang merupakan dasar ketrampilan menempa yang
harus dikuasai oleh pekerja tempa.
Proses-proses dasar menempa terdiri
atas menyalakan daput tempa, memotong, meregang, meratakan, membengkok,
membuat, melubang dan mengelas tempa.
Banyak macam cara yang digunakan dalam kerja tempa, antara
lain :
· Meratakan benda kerja ( Flattening
).
· Membuat tajam benja kerja (
sharpening ).
· Membuat runcing benda kerja (
pointing ).
· Membuat benda kerja dengan cara
memukul bagian atasnya ( Up Setting ).
· Memperpanjang atau menarik suatu
benda kerja ( drawing ).Membengkokan benba kerja ( Bending ).
2.6.1 PELAYANAN DAPUR TEMPA
Mengoperasikan dapur tempa arang :
Cara menyalakan dapur tempa sebagai
berikut :
·
Bersihkan tungku dari serutan kayu
dari terak-terak sisa pembakaran.
·
Gundukan serbuk – serbuk serutan
kayu atau bahan-bahan yang mudah terbakar.
·
Aturlah kedudukan arang agar ikut
terbakar.
·
Bakarlah serbuk-serbuk tadi dengan
korek api.
·
Hembuskan udara sedikit demi sedikit
hingga bahan bakar terbakar dan menyala.
·
Tambahkan arang pada bagian tengah
tungku jika api sudah menyala dengan baik.
·
Atur hembusan udara lebih besar
hingga api membara.
·
Masukan benda kerja ke dalam api
jika api sudah membaradengan baik.
Cara mematikan dapur tempa :
·
Matikan dahulu ventilator
·
Padamkan bara api dan siramlah
dengan air.
·
Pisahkan bahan bakar yang belum
terbakar dan bahan – bahan yang masih digunakan. 8
2.7 Suhu Pada Dapur Tempa
Temperatur
dan warna untuk benda kerja yang ideal adalah pada temperatur pada suhu 800-930
derajat celsius atau pada warna yaitu berwarna merah kekuning-kuningan. Baja
tidak boleh ditempa dibawah 400 derajat celcius, maka baja akan rapuh berwarna
biru. Jika baja dipanaskan diatas 1200 derajat celcius maka baja akan terbakar
dan tidak dapat diperbaiki lagi. Benda kerja yang biasa digunakan yaitu st.37
dengan kandungan karbon kuang lebih 0.3 g.
Warna
|
Suhu
(celcius)
|
Colklat tua
|
530 o – 580
o
|
Merah coklat
|
580 o – 650 o
|
Merah tua
|
650 o – 730 o
|
Merah padam tua
|
730 o – 770 o
|
Merah padam
|
770 o – 800 o
|
Merah padam muda
|
800 o – 830 o
|
Merah muda
|
830 o – 900 o
|
Merah jambu
|
900 o – 1050 o
|
Kuning tua
|
1050
o – 1150
o
|
Kuning muda
|
1150
o – 1250
o
|
Putih
|
1250
o – 1400
o
|
Putih terang
|
1400
o – 1600
o
|
Tabel temperatur dan warna pemanasan
BAB III
METAL
FORMING PROCESS
DEFINISI :
Proses pembentukan logam dengan mempergunakan gaya tekan untuk mengubah bentuk
dan atau ukuran dari logam yang dikerjakan.Secara umum dapat dibagi 4 kelompok
besar :
1 PRESSING
2. DRAWING
3.BENDING
4.SHEARING
2. DRAWING
3.BENDING
4.SHEARING
Berdasarkan proses pengerjaan, dibagi 2 bagian :
1.HOT WORKING PROCESS
2.COLD WORKING PROCESS
2.COLD WORKING PROCESS
HOT WORKING PROCESS
Pada proses pengerjaan ini tidak terjadi kenaikan
tegangan lulur, kekerasan dan penurunan keuletan bahan.
THE ADVANTAGE OF HOT WORKING PRECESS
1.Energi yang dibutuhkan kecil
2.Flow ability tinggi
3.Difusi cepat
4.Blow hole dan porosity dapat dieliminir
5.Butir-butir lebih halus
6.Ductikity dan touhness meningkat
2.Flow ability tinggi
3.Difusi cepat
4.Blow hole dan porosity dapat dieliminir
5.Butir-butir lebih halus
6.Ductikity dan touhness meningkat
THE DISADVANTAGE OF HOT WORKING PRECESS
1.Terjadi oksidasi
2.Decarburization permukaan
3.Toleransi besar
4.Struktur dan sifat logam tidak uniform
5.Perlu peralatan tahan panas
6.Kontaminasi tidak dapat dikurangi
2.Decarburization permukaan
3.Toleransi besar
4.Struktur dan sifat logam tidak uniform
5.Perlu peralatan tahan panas
6.Kontaminasi tidak dapat dikurangi
PROSES PENGERJAAN
PANAS DAPAT DIKLASIFIKASIKAN

ROLLING
Proses ini sering digunakan sebagai langkah awal
dalam mengubah ingot dan billet menjadi produk setengah jadi/akhir.
Prinsip : menekan bahan dasar dengan menggunakan 2 rol atau lebih dengan arah putaran yang berlawanan sehingga terjadi perubahan dimensi (dimensi penampang)
Prinsip : menekan bahan dasar dengan menggunakan 2 rol atau lebih dengan arah putaran yang berlawanan sehingga terjadi perubahan dimensi (dimensi penampang)
Faktor yang juga hrus diperhatikan dalam proses
rolling adalah sudut gigitan

ROLLING MILL
Prinsip : mengurangi ketebalan bisa dilakukan
dengan pengerjaan panas maupun pengerjaan dingin
ROLLING FORGING
Pada proses ini roll dapat dibagi 2 bagian, yaitu
SHAPE ROLLING dan ROLLING FORGING
SHAPE ROLLING umumnya mengerjakan bagian-bagian yang kecil, misalnya ulir dan dikerjakan pada pengerjaan panas.
Sedangkan ROLLING FORGING dikhususkan pada pengerjaan dingin dan mengerjakan bagian yang besar.
SHAPE ROLLING umumnya mengerjakan bagian-bagian yang kecil, misalnya ulir dan dikerjakan pada pengerjaan panas.
Sedangkan ROLLING FORGING dikhususkan pada pengerjaan dingin dan mengerjakan bagian yang besar.
Keuntungannnya : benda kerja memiliki strength
tinggi, biaya cost produksi lebih rendah dan laju produksi lebih tinggi
dibanding dengan proses cutting.
ROLL FORMING
Proses ini memproduksi lembaran logam untuk
pembuatan pipa, plat strip.
ROLL FORMING dikerjakan pada pengerjaan dingin untuk pembuatan lembaran kecil, lembaran dengan penampang tipis dan material yang lunak, misal aluminium, tembaga
FORGING
ROLL FORMING dikerjakan pada pengerjaan dingin untuk pembuatan lembaran kecil, lembaran dengan penampang tipis dan material yang lunak, misal aluminium, tembaga
FORGING
FORGING adalah proses pembentukan logam secara
plastis dengan memberikan gaya tekan pada logam yang akan dibentuk .
Gaya tekan yang diberikan bisa secara manual maupun secara mekanis (HIDROLIS ataupun PNEUMATIS)
Proses FORGING bisa dikerjakan pada pengerjaan dingin maupun pengerjaan panas.
Gaya tekan yang diberikan bisa secara manual maupun secara mekanis (HIDROLIS ataupun PNEUMATIS)
Proses FORGING bisa dikerjakan pada pengerjaan dingin maupun pengerjaan panas.
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam proses
forging :
A. DRAWN OUT
B. UPSET
C.SQUEEZED
B. UPSET
C.SQUEEZED
Proses FORGING dapat dikelompokkan :
1.HAMMER FORGING
2.DROP FORGING
3.PRESS FORGING
4.UPSET FORGING
5.ROLL FORGING
6.SWAGING
2.DROP FORGING
3.PRESS FORGING
4.UPSET FORGING
5.ROLL FORGING
6.SWAGING
HAMMER FORGING
Proses ini merupakan forging yang paling sederhana.
Pada umumnya landasan (ANVIL) dan HAMMER yang dipakai berbentuk datar. Sehingga
proses ini diprioritaskan untuk membuat benda kerja yang sederhana dan skala
produksi kecil. Prosesnya lama dan hasilnya tergantung dari skill operator.

DROP FORGING
PRINSIP : Memaksa logam panas yang plastis memenuhi
dan mengisi bentuk die dengan cara penempaan. Proses ini yang diperlengkapi
dengan die. Die umumnya dibagi dua bagian dimana satu bagian diletakkan pada
hammer, yang lainnya pada anvil.

Syarat die yang digunakan harus kuat dan tangguh
terhadap beban impact,keausan, dan temperatur umumnya terbuat dari campuran
baja denga nkrom, molibdenum dan nickel.
Faktor yang penting dan harus diperhatikan adalah
tenaga pneumatis dan tenaga hidrolis sehingga mesin-mesin tipe steam hammer
maupun air hammer mampu bekerja sangat cepat, mudah dikontrol dan otomatis.
Impact forging juga merupakan bagian dari closed
die forging hanya saja gerakan hammernya horisontal dan bisa dikerjakan dalam
pengerjaan panas maupun dingin.

Gambar Perbandingan
Drop Forging dengan Impact Forging
PRESS FORGING
Pada hammer forging maupun drop forging energi yang
diberikan pada saat penempaan sebagian besar terserap oleh anvil, pondasi mesin
dan permukaan luar benda kerja sedangkan bagian dalam benda kerja belum
terdeformasi. karena itu untuk benda kerja dengan penampang tebal dan besar
digunakan press forging.
Prinsip press forging : dilakukan penekanan secara perlahan-lahan pada benda kerja sampai menghasilkan aliran logam yang uniform.
Press forging biasanya dikerjakan tanpa die dan hammer maupun anvilnya berbentuk datar.
Prinsip press forging : dilakukan penekanan secara perlahan-lahan pada benda kerja sampai menghasilkan aliran logam yang uniform.
Press forging biasanya dikerjakan tanpa die dan hammer maupun anvilnya berbentuk datar.
UPSET FORGING
Proses forging yang dikhususkan untuk pembesaran
diameter pada ujung batang logam ditekan dalam arah memanjang.
Pada dasarnya benda kerja yang diupset berupa bar bulat, wire ataupun benda kerja berbentuk silindris.
Pada dasarnya benda kerja yang diupset berupa bar bulat, wire ataupun benda kerja berbentuk silindris.
ada 3 hal yang diperhatikan pada saat melakukan
upset forging :
1. Panjang benda yang diupset tidak lebih dari 3
kali diameter batang
2.Diameter upset tidak lebih dari 1,5 kali diameter batang
3.Panjang benda kerja yang tidak ditumpu oleh die tidak lebih dari diameter batang
SWAGING
2.Diameter upset tidak lebih dari 1,5 kali diameter batang
3.Panjang benda kerja yang tidak ditumpu oleh die tidak lebih dari diameter batang
SWAGING
SWAGING adalah proses pengurangan diameter benda
kerja yang berbentuk bulat baik solid meupun berongga dengan cara penempaan
berulang kali.
ROLL FORGING
Proses forging untuk mengurangi ketebalan dari bar
yang berbentuk bulat atau datar sehingga mengalami perpanjangan ke arah sumbu
axisnya.
Roll forging biasanya memproduksi poros, batang taper dan pegas daun.
Roll forging biasanya memproduksi poros, batang taper dan pegas daun.
Roll forging terdiri dari dua roll semisilindris
dengan bentuk groove sebesar 25-75 % sumbu putaran.
PIPE WELDING
PIPE WELDING adalah proses pengerjaan panas
pembuatan pipa yang dibentuk dari lembaran logam, dilengkungkan sehingga
penampangnya berbentuk lingkaran dan kemudian kedua sisinya disambungkan dengan
pengelasan.
Bahan dasar proses ini berupa skelp, merupakan lembaran logam yang panjang dan sempit dengan ketebalan tertentu hasil proses hot rolling.
Bahan dasar proses ini berupa skelp, merupakan lembaran logam yang panjang dan sempit dengan ketebalan tertentu hasil proses hot rolling.
Berdasarkan cara penyambungan kedua sisi yang
dilas, pipe welding dibagi :
A. BUTT WELDED PIPE
B.LAP WELDED PIPE
B.LAP WELDED PIPE
BUTT WELDED PIPE
PRINSIP : mula-mula skelp dalam bentuk gulungan
(koil) ditempatkan pada welding bell, kemudian dilewatkan pada furnace dengan
suhunya diatas temperatur rekristalisasi.
Setelah dari furnace ditarik menuju roll forming untuk diubah bentuknya menjadi silindir dan kedua sisinya disambung
Setelah dari furnace ditarik menuju roll forming untuk diubah bentuknya menjadi silindir dan kedua sisinya disambung
Proses ini digunakan untuk membuat pipa berdiameter
1/8″ s/d 3″

LAP WELDED PIPE
PRINSIP : mula-mula skelp sudah mempunyai bentuk sudut
sepanjang kedua sisinya, dilewatkan pada furnace dan setelah itu diarik
diantara roll-roll sehingga berbentuk silinder dengan tepinya saling tertindih.
Sambil dipanaskan kembali, skelp yang ditekuk bergerak melalui dua buah roll
dimana terdapat mandrel untuk mengatur diameter dalam pipa. tepi-tepi dilas
dengan tekanan antar roll dan mandril.
Proses ini digunakan untuk membuat pipa berdiameter
2″ s/d 16″ dengan panjang pipa maksimum 7 m dan biasanya untuk membuat pipa
tembaga dan pipa kuningan.

PIERCING
Merupakan
proses pengerjaan panas untuk membuat pipa tanpa sambungan (seamless pipe)
dengan bahan baku berupa billet (batang bulat dan padat) Dengan demikian hasil
dari proses ini tidak terdapat suatu garis penghubung hasil sambungan.
Batang
logam padat yang telah dipanasi dengan salah satu ujungnya berlubang
ditengah-tengahnya sebagai penunjuk bagi mandrel, dimasukkan ke dalam roll yang
sumbunya membentuk 6 % terhadap sumbu benda kerja. Roll berputar searah, dan
bentuk roll lebih kecil dibandingkan dengan diameter bahan.
Pada saat
batang dimasukkan, batang akan terbawa oleh putaran dari roll dan karena adanya
sudut kemiringan batang seakan-akan ditarik oleh kedua roll.


HOT
DRAWING
Hot
drawing adalah suatu proses pengerjaan panas dengan m,embentuklembaran logam
menjadi bentuk tiga dimensi yang mempunyai kedalaman beberapa kali dari
tebalnya dengan memberikan tekanan kepadanya melalui punch dan die

EKSTRUSI
PRINSIP :
Logam ditekan dan ditarik mengalir melalui lubang die untuk membentuk benda
kerja dengan luas penampang yang lebih kecil. Die yang dipakai umumnya terbuka.
Ekstrusi dapat dibagi 3 jenis, yakni ekstrusi langsung, ekstrusi tidak langsung
dan impact extrusion.
Proses
ekstrusi bisa dikerjakan dalam pengerjaan dingin dan panas.

HOT
SPINNING
HOT
SPINNING adalah proses pembentukan logam panas secara plastis dari bentuk datar
dengan ukuran tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan die dengan cara
memutar benda kerja dan memberikan tekanan secara lokal pada sisi benda kerja.
Proses
spinning dapat juga dikerjakan dengan proses pengerjaan dingin bahan benda
kerjanya merupakan lembaran logam yang tipis dengan ketebalan sampai 6″ untuk
pengerjaan panas.
COLD
WORKING PROCESS
Proses
pembentukan logam secara plastis dengan temperatur pengerjaan di bawah
temperatur rekristalisasi.
The
advantages of cold working process :
-tidak memerlukan pemanas
-hasil permukaan akhir lebih baik
-kontrol dimensi baik
-kontaminasi dapat dikurangi
-sifat strenght, fatique dan wear meningkat
-tidak memerlukan pemanas
-hasil permukaan akhir lebih baik
-kontrol dimensi baik
-kontaminasi dapat dikurangi
-sifat strenght, fatique dan wear meningkat
The
disadvantages of cold working process :
-gaya tekan yang dibutuhkan lebih besar
-peralatan mesin berat
-sifat ductility menurun
-permukaan logam harus bersih
-tegangan sisa yang tidak diinginkan terjadi
-gaya tekan yang dibutuhkan lebih besar
-peralatan mesin berat
-sifat ductility menurun
-permukaan logam harus bersih
-tegangan sisa yang tidak diinginkan terjadi
Klasifikasi
proses pengerjaan dingin dapat dibagi menjadi :

SQUEEZING
Sebagian
besar dari proses ini identik dengan pengerjaan panas. Alasan utama dalam
pembentukan dingin dingin adalah keakuratan dimensi dan peningkatan permukaan
akhir.
SWAGING
Cold swaging selalu dilakukan dengan menggunakan mesin putar yang mempunyai sederetan rol-rol yang berfungsi sebagai hammer yang menggerakkan anvil berikut die ke pusat perputaran. Proses ini untuk mengurangi diameter, membentuk taper,tube.
Cold swaging selalu dilakukan dengan menggunakan mesin putar yang mempunyai sederetan rol-rol yang berfungsi sebagai hammer yang menggerakkan anvil berikut die ke pusat perputaran. Proses ini untuk mengurangi diameter, membentuk taper,tube.

RIVETING
RIVETING adalah proses pengelingan. beberapa macam proses pengelingan tergantung dari mekanisme pembentuknya.
Bila menggunakan mesin press, prosesnya hanya sekali tekan sedangkan bila menggunakan hammer, bisa beberapa kali pemukulan.
RIVETING adalah proses pengelingan. beberapa macam proses pengelingan tergantung dari mekanisme pembentuknya.
Bila menggunakan mesin press, prosesnya hanya sekali tekan sedangkan bila menggunakan hammer, bisa beberapa kali pemukulan.
STAKING
Fungsinya hampir sama dengan riveting, yaitu menyambung dua buah komponen yang satu lebih menonjol melalui sebuah lubang.
Karena adanya tekanan dari punch maka timbul deformasi ke arah radial dan ini akan mengunci/mengikat dua komponen tadi.
Fungsinya hampir sama dengan riveting, yaitu menyambung dua buah komponen yang satu lebih menonjol melalui sebuah lubang.
Karena adanya tekanan dari punch maka timbul deformasi ke arah radial dan ini akan mengunci/mengikat dua komponen tadi.

COINING
Proses ini digunakan untuk membuat medali dan mata uang yang memerlukan ketelitian yang tinggi dna ukuran yang tepat.
Tekanan yang dibutuhkan dalam proses ini tinggi sekali dan tidak ada kelebihan logam yang mengalir dari die.
Pengukuran yang teliti dari volume logam sangat diperlukan untuk menghindari kerusakan dari die
Proses ini digunakan untuk membuat medali dan mata uang yang memerlukan ketelitian yang tinggi dna ukuran yang tepat.
Tekanan yang dibutuhkan dalam proses ini tinggi sekali dan tidak ada kelebihan logam yang mengalir dari die.
Pengukuran yang teliti dari volume logam sangat diperlukan untuk menghindari kerusakan dari die

COLD
EXTRUSION (IMPACT EXTRUSION)
Dalam proses ini dapat dibagi 2 jenis tipe, yaitu : tipe forward dan tipe backward. Dimana pada masing-masing tipe ini menggunakan open die maupun closed die.
Pada mulanya cold extrusion digunakan untuk logam-logam yang kekuatannya rendah, seperti timah putih, timah hitam, seng dan aluminium sehingga menghasilkan produk, misalnya tube yang bisa dilipat : pasta gigi, obat maupun cream.
Dalam proses ini dapat dibagi 2 jenis tipe, yaitu : tipe forward dan tipe backward. Dimana pada masing-masing tipe ini menggunakan open die maupun closed die.
Pada mulanya cold extrusion digunakan untuk logam-logam yang kekuatannya rendah, seperti timah putih, timah hitam, seng dan aluminium sehingga menghasilkan produk, misalnya tube yang bisa dilipat : pasta gigi, obat maupun cream.
Cold
extrusion memungkinkan untuk mengekstruksi logam yang bersifat brittle, seperti
halnya molybdenum

ROLL
EXTRUSION
Digunakan untuk membentuk dinding silinder yang tipis dari dinding silinder tebal dengan menggunakan rol.
Prinsip : memaksakan logam mengalir keluar dari daerah antara rol dan die akibat penekanan dari rol yang berputar.
Digunakan untuk membentuk dinding silinder yang tipis dari dinding silinder tebal dengan menggunakan rol.
Prinsip : memaksakan logam mengalir keluar dari daerah antara rol dan die akibat penekanan dari rol yang berputar.

SHEARING
SHEARINGadalah proses pemotongan bahan tanpa pembentukan chip atau tanpa menggunakan burning atau melting.
Jika cutting blade lurus dinamakan shearing sedangkan jika cutting blade berbentuk lengkungan, bisa dinamakan blanding, piercing, notching dan trimming
SHEARINGadalah proses pemotongan bahan tanpa pembentukan chip atau tanpa menggunakan burning atau melting.
Jika cutting blade lurus dinamakan shearing sedangkan jika cutting blade berbentuk lengkungan, bisa dinamakan blanding, piercing, notching dan trimming
Proses
shearing dapat dibagi 2 kelompok besar, yaitu shear forming dan shearing
SHEAR
FORMING
Bentuk-bentuk seperti kerucut, setengah bola sering kali dibentuk dengan shear forming atau flow turning, yaitu merupakan modifikasi dari proses spinning dimana tool formernya berputar dan bergerak maju.
Bentuk-bentuk seperti kerucut, setengah bola sering kali dibentuk dengan shear forming atau flow turning, yaitu merupakan modifikasi dari proses spinning dimana tool formernya berputar dan bergerak maju.
SHEARING
Sewaktu
punch turun mengenai benda kerja, logam terdeformasi plastis didalam die.
Karena kelonggaran diantara punch dan die hanya 5-10% dari tebal benda kerja
maka deformasi terlokalisir di daerah itu saja

SLITTING
Proses shearing yang menggunakan rol pemotong asepanjang benda kerja dengan lebar pemotongan sama dengan jarak antar rol.
Proses slitting ini merupakan proses kontinu dan dapat melakukan operasi secara cepat dan ekonomis
PIERCING AND BLANKING
Piercing dan blanking adalah operasi shearing dimana benatuk pisau merupakan lengkungan yang tertutup.
Perbedaan blanking dan piercing dapat ditinjau dari benda kerja dan skrapnya.
Bila hasil yang dipunch adalah benda kerja sedangkan bentuk yang tidak diinginkan tertinggal pada plat sisa adalah skrapny, ini dinamakan proses blanking.
Bila hasil yang dipunch adalah skrapnya sedangkan bentuk yang tertinggal pada plat sisa adalah benda kerja, ini dinamakan proses piercing.
Proses shearing yang menggunakan rol pemotong asepanjang benda kerja dengan lebar pemotongan sama dengan jarak antar rol.
Proses slitting ini merupakan proses kontinu dan dapat melakukan operasi secara cepat dan ekonomis
PIERCING AND BLANKING
Piercing dan blanking adalah operasi shearing dimana benatuk pisau merupakan lengkungan yang tertutup.
Perbedaan blanking dan piercing dapat ditinjau dari benda kerja dan skrapnya.
Bila hasil yang dipunch adalah benda kerja sedangkan bentuk yang tidak diinginkan tertinggal pada plat sisa adalah skrapny, ini dinamakan proses blanking.
Bila hasil yang dipunch adalah skrapnya sedangkan bentuk yang tertinggal pada plat sisa adalah benda kerja, ini dinamakan proses piercing.

SKEMATIK PERBEDAAN BLANKING & PIERCING
Piercing
dan blanking biasanya dikerjakan dengan menggunakan mesin press mekanis.
Secara teoritis, punch seharusnya dapat masuk dengan tepat ke dalam die dengan kelonggaran merata hampir mendekati nol dan punch tidak perlu masuk ke dalam die.
Secara teoritis, punch seharusnya dapat masuk dengan tepat ke dalam die dengan kelonggaran merata hampir mendekati nol dan punch tidak perlu masuk ke dalam die.

Pada
prakteknya kelonggaran ini diperlukan berkisar antara 5-12% dari ketebalan
bahan, sedang yang umum dipakai sekitar 5-7% dan punch masuk sedikit ke dalam
die.
Syarat-syarat
piercing dan blanking :
1. Sudut benda kerja pada blanking harus merupakan radius yang tepat
2.Lebar dari slot yang dibentuk >= 1.5 tebal
3.Diameter piercing >= tebal sheet dan minimum 0.025 inch.
4. Jarak kedua lubang atau lubang dengan tepi >= tebal logam
1. Sudut benda kerja pada blanking harus merupakan radius yang tepat
2.Lebar dari slot yang dibentuk >= 1.5 tebal
3.Diameter piercing >= tebal sheet dan minimum 0.025 inch.
4. Jarak kedua lubang atau lubang dengan tepi >= tebal logam
Dalam
pengertian piercing dapat dijumpai istilah seperti lancing, perforating,
nibbling, dinking, dan notching.

DRAWING
Cold
drawing merupakan proses pembentukan dingin secara plastis dari metal sepanjang
sumbunya.
Proses ini
dapat dibagi 5 kelompok besar
1.BAR AND TUBE DRAWING
2.WIRE DRAWING
3.STRETCH FORMING
4.DEEP DRAWING
5.FORMING WITH RUBBER
1.BAR AND TUBE DRAWING
2.WIRE DRAWING
3.STRETCH FORMING
4.DEEP DRAWING
5.FORMING WITH RUBBER
BAR AND TUBE
DRAWING
Hasil dari bar drawing adalah pengecilan penampang melintang dan pemanjangan batang dengan konsekuensinya timbul strain.
Hardening pada umumnya proses ini dilakukan secara bertahap
Hasil dari bar drawing adalah pengecilan penampang melintang dan pemanjangan batang dengan konsekuensinya timbul strain.
Hardening pada umumnya proses ini dilakukan secara bertahap

Proses bar
drawing ini biasanya diikuti dengan proses annealing jika reduksi penampangnya
melebihi 30-50 %
Proses
tube drawing digunakan untuk membuat pipa tanpa sambungan.
Bahan dasar yang digunakan berbentuk pipa sehingga kualitas pipa yang dihasilkan memiliki permukaan yang halus, berdinding tipis dan keakuratannya tinggi serta kekuatannya naik.
Mandrel dipergunakan dalam proses ini untuk diameter tube 1/2″-10″
Bahan dasar yang digunakan berbentuk pipa sehingga kualitas pipa yang dihasilkan memiliki permukaan yang halus, berdinding tipis dan keakuratannya tinggi serta kekuatannya naik.
Mandrel dipergunakan dalam proses ini untuk diameter tube 1/2″-10″

WIRE
DRAWING
Prinsipnya
sama dengan bar drawing. Hanya saja diameternya lebih kecil, dan dikerjakan
secara kontinu melalui beberapa die.
Jika diperlukan kawat yang lunak, annealing dilakukan didalam dapur dengan mengontrol temperaturnya setelah proses drawing terakhir.
Pada proses penarikan kontinu, kawat ditarik melalui beberapa die dan rol penarik yang disusun seri.
Jika diperlukan kawat yang lunak, annealing dilakukan didalam dapur dengan mengontrol temperaturnya setelah proses drawing terakhir.
Pada proses penarikan kontinu, kawat ditarik melalui beberapa die dan rol penarik yang disusun seri.

STRETCH
FORMING
Pada proses ini, die (form block) hanya dikenai tegangan kompresi, benda kerja yang diikat dengan grip dan ditarik ke arah horisontal. Die umumnya terbuat/dapat dibuat dari kayu atay plastik.
Stretch forming merupakan proses yang dikembangkan dari aerospace dalam pembuatan penampang yang lebar dari sheet dan ditarik untuk membentuk lengkungan penampang.
Pada proses ini, die (form block) hanya dikenai tegangan kompresi, benda kerja yang diikat dengan grip dan ditarik ke arah horisontal. Die umumnya terbuat/dapat dibuat dari kayu atay plastik.
Stretch forming merupakan proses yang dikembangkan dari aerospace dalam pembuatan penampang yang lebar dari sheet dan ditarik untuk membentuk lengkungan penampang.

DEEP
DRAWING
Proses ini ditujukan untuk membuat tangki dengan berbagai bentuk dimana kedalamannya lebih besar dibandingkan dengan ukuran diameter, dan disamping itu dikenal juga istilah shallow drawing.
Proses ini ditujukan untuk membuat tangki dengan berbagai bentuk dimana kedalamannya lebih besar dibandingkan dengan ukuran diameter, dan disamping itu dikenal juga istilah shallow drawing.
Pada
dasarnya proses ini ada dua, yaitu:
1.SHRINK
FORMING
Pada proses ini terjadi kompresi melingkar selama proses dengan pengurangan diameter dan logam cenderung tipis. Karena material cukup tebal maka pada dinding produk akan berakibat terjadi kerutan.
Pada proses ini terjadi kompresi melingkar selama proses dengan pengurangan diameter dan logam cenderung tipis. Karena material cukup tebal maka pada dinding produk akan berakibat terjadi kerutan.
2.STRETCH
FORMING
Pada proses ini terjadi pengecilan benda kerja sebagi akibat tarikan melingkar yang digunakan untuk memperbesar diameter.
Guna mencegah kerutan dna ketebalan dinding yang tidak merata, aliran logam harus dikontrol. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan ring penakan. Perhatikan gambar dibawah ini.
Pada proses ini terjadi pengecilan benda kerja sebagi akibat tarikan melingkar yang digunakan untuk memperbesar diameter.
Guna mencegah kerutan dna ketebalan dinding yang tidak merata, aliran logam harus dikontrol. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan ring penakan. Perhatikan gambar dibawah ini.


FORMING
WITH RUBBER
Pada proses ini karet dipakai sebagai penekan, ditujukan untuk mengeliminir salah satu die aas atau bawah.
Proses guerin forming didasarkan pada kenyataan bahwa sifat konsisten dari karet dapat mentransfer seluruh tekanan yang diberikannya secara uniform ke segala arah.
Pada proses ini karet dipakai sebagai penekan, ditujukan untuk mengeliminir salah satu die aas atau bawah.
Proses guerin forming didasarkan pada kenyataan bahwa sifat konsisten dari karet dapat mentransfer seluruh tekanan yang diberikannya secara uniform ke segala arah.
Proses
bulging didasarkan bahwa fluida atau karet dimanfaatkan untuk memindahkan
tekanan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bahan baku ke arah luar sehingga
menempel pada die.

BENDING
Bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan perubahan luas permukaan.
Bending menyebabkan logam pada sisi luar sumbu netral mengalami tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami tekanan.
Bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan perubahan luas permukaan.
Bending menyebabkan logam pada sisi luar sumbu netral mengalami tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami tekanan.

Proses
bending dapat dibagi menjadi 6 bagian :
1.ANGLE BENDING
2.ROLL BENDING
3.ROLL FORMING
4.SEAMING
5.STRAIGHTENING
6.FLANGING
1.ANGLE BENDING
2.ROLL BENDING
3.ROLL FORMING
4.SEAMING
5.STRAIGHTENING
6.FLANGING
ANGLE
BENDING
Angle bending untuk membuat lengkungan dengan sudut sampai +- 150o pada lembaran logam.
Angle bending untuk membuat lengkungan dengan sudut sampai +- 150o pada lembaran logam.
ROLL
BENDING
Biasanya digunakan untuk membentuk silinder. Bentuk-bentuk lengkung atau lingkaran dari pelat logam.
Biasanya digunakan untuk membentuk silinder. Bentuk-bentuk lengkung atau lingkaran dari pelat logam.
ROLL
FORMING
Proses ini digunakan untuk membuat bentuk-bentuk kompleks dengan bahan dasar lembaran logam . tebal bahan sebelum maupun sesudah proses pembenatukan tidak mengalami perubahan posisi roll dipasang sejajar dan prosesnya berjalan continu.
Proses ini digunakan untuk membuat bentuk-bentuk kompleks dengan bahan dasar lembaran logam . tebal bahan sebelum maupun sesudah proses pembenatukan tidak mengalami perubahan posisi roll dipasang sejajar dan prosesnya berjalan continu.

SEAMING
Seaming adalah operasi bending yang digunakan untuk menyambung ujung lembaran logam sehingga membentuk benda kerja seperti kaleng, drum, ember, dsb.
sambungan dibentuk dengan rol-rol kecil yang disusun secara berurutan.
Seaming adalah operasi bending yang digunakan untuk menyambung ujung lembaran logam sehingga membentuk benda kerja seperti kaleng, drum, ember, dsb.
sambungan dibentuk dengan rol-rol kecil yang disusun secara berurutan.

STRAIGHTENING
STRAIGHTENING
merupakan proses yang berlawanan dengan bending , digunakan untuk meluruskan
lembaran logam .
Pada umumnya straightening dilaksanakan sebelum benda kerja dibending.
Proses ini menggunakan rol-rol yang dipasang sejajar dengan ketinggian sumbu rol yang berbeda.
Pada umumnya straightening dilaksanakan sebelum benda kerja dibending.
Proses ini menggunakan rol-rol yang dipasang sejajar dengan ketinggian sumbu rol yang berbeda.

FLANGING
Proses
Flanging sama dengan seaming hanya saja ditunjukkan untuk melipat dan membentuk
suatu permukaan yang lebih besar.
HIGH
ENERGY RATE FORMING
PRINSIP:
Proses pembentukan logam secara plastis dengan menggunakan energy yang tinggi
dalam interval yang singkat . Seringkali High Energy Rate Forming disingkat
dengan Herf.
Keuntungan
dari Herf:
- Memungkinkan membuat benda kerja besar dan sulit untuk dibentuk dengan peralatan yang lebih murah daripada yang lain
- Hampir tidak ada Spring Back
Herf dapat
dilaksanakan dengan 5 metoda:
- Underwater Explosions
- Teknik Electrohydraulic
- Pneumatic – Mechanical Mean
- Internal Combustion of Gaseous Mixtures
- Teknik Electromagnetik

BAB IV
PENUTUP
3.
1 Kesimpulan
Menempa
adalah logam-logam berubah bentuk karena pengaruh tarikan, tekanan dan bengkokan
yang terjadi pada keadaan panas dan dingin. Proses penempaan yang ideal yaitu
pada temperatur 800-1100 derajat celcius dan berwarna merah kekuning-kuningan.
Baja tidak boleh ditempa pada suhu dibawah 400 derajat celcius karena akan
rapuh brwarna biru. Sedangkan baja dipanaskan diatas 1200 derajat celcius maka
baja akan terbakar dan tidak dapat diperbaiki lagi. Tetap kontrol benda kerja
setiap menitnya hingga jangan sampai benda kerja melebur. Setiap akan melakukan
pekerjaan ditempa terlebih dahulu periksalah perlengkapan yang tersedia. Dan
gunakanlah alat pelindung ketika bekerja. Jagalah keselamat diri anda.